Ketika kau turun kan gerimis derita,
dimana lagi aku berteduh selain di mata mu
Ketika air mata telah kering,
air mata dari mata air mana lagi yang harus aku bawa demi membasahi kecewa ku
Aku telah lama berteduh di bawah gerimis mata mu yang tak lagi menempuh tubuh ku
Aku telah lama menelan kemarau di dalam lekuk wajah mu yang sedari dulu menampung bayang-bayang ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar