Senin, 30 September 2019

Kopi Jalanan _Secarik Dalam Lamunan_

Dari malam ke malam
Rembulan semakin gencar menghembus rindu
Bukan tentang lantunan gemercik hujan
Bukan juga bintang yang kehilangan terang
Tapi rerinduan manusia atas segala kata cinta

Memang manusialah mahkluk sempurna
Yang memiliki raga
Untuk berlari mengejar waktu
Dan bersinggah di pelabuhan rindu

Sabtu, 28 September 2019

Mata dan air

Ketika kau turun kan gerimis derita,
dimana lagi aku berteduh selain di mata mu
Ketika air mata telah kering,
air mata dari mata air mana lagi yang harus aku bawa demi membasahi kecewa ku

Aku telah lama berteduh di bawah gerimis mata mu yang tak lagi menempuh tubuh ku
Aku telah lama menelan kemarau di  dalam lekuk wajah mu yang sedari dulu menampung bayang-bayang ku

Kopi Jalanan _ mimpi seorang anak semasa pagi _

pagi tadi
lembut jemari ibu menjemur pakaianku
meremas mencengkam kain-kain itu
peluh dan debu bersenggama dikening ibu
pakaian telah selesai di pajang
di depan rumah beralaskan tiang
lalu ibu menggenggam sapu
menghempas rerintik daun
yang berlabuh di bawah berimbun
kala itu peluh dan debu bersenggama di kening ibu
melainkan di tubuhku
yang dirasuk mimpi buruk
kelopak indra mu tak semestinya berkata-kata
syahdunya air mata.